Ada ratusan sastra dunia yang berharga dan diprasastikan oleh Leiden untuk menghiasi sudut-sudut dinding yang terbaca. Katanya ada dua pujangga Indonesia, Ronggowarsito dan Chairil Anwar yang mengabadi terhargai disebuah dinding negeri yang dulu pernah jadi kompeni. Ya, Belanda memang negeri penyimpan sastra dan satrawan yang layak mendapat penghargaan.
Semua puisi-puisi ini, adalah puisi tembok yang bertebaran di Leiden. Ini salah satu karya Ida Gerhard sastrawati Belanda, yang setiap hari nyaris terbaca kalau mau kekantor menuju Rapenburg (dinding LAK). Tentang anak yang sudah tidak kecil lagi, kesiapan kita untuk mereka tumbuh dan menjadi bukan siapa-siapa lagi. (nanti versi aslinya kalau ada waktu diterjemahin, karena musti buka kamus, ada beberapa yang belum ngerti artinya).

Di gedung LAK Teater, student centre, tertatah 2 karya sastra persis di nadi pintu utama "Navis", dan di punggung belakang menghadap UB (puisi diatas)

Sastra lontar Bugis, membentang ditepi sungai witte singel,mengisi dinding fondasi perpustakaan KITLV (tempat menyimpan arsip surat Kartini).
Frisian flag, susu bendera?? ya..tapi berisi sastra yang menempel di rumah tetangga Rembrandt, sebrang jembatan Molen De Poet.

Sepertinya sastra Rusia, Pluja...entah darimana. Sastra ini selalu terbaca kalau lewat Witte Rozenstraat menunju Jack Urloesplantsoen sebelum Vijf Meiblad.


Sastra Perancis, "sensation", tentang pembebasan jiwa, terpampang di dinding Groete bier, rembrandt straat. Leiden. Pernah mengajak kawan peneliti Rima Saban dari Dubai, dia ber-air mata dan menghirup nafas berulang begitu membaca puisi ini. Kapan-kapan artinya akan dimunculin disini....Setelah jalan kecil dengan dia dan dia baca puisi itu, dia hepi banget, sampai dia kasih anting paling dia suka untukku.Katanya dia merasa "terbebaskan"dan lepas hatinya jalan di leiden dg pusi-puisi ini.
3 komentar:
Berehat di pantai, sekelompok anak mandi bugil di laut, ombak bak bunyi alam memanggil. Perahu-perahu nelayan timbul tenggelam dilamun ombak, mirip manusia.Lena aku di sepokok kelapa dalam desau angin
Siapa to iki? ratna ya?
Mbak Yun lagi ngapain? Aku baru aja bc blog yunislavender mu. Bagus pisan mbak. Ente emang top dah kalo soal tulis menulis. Kapan ketemu lagi?
Posting Komentar