Senin, 11 Agustus 2008

Aku ingin mimpi ibuku bermerah jambu..


Keceriaan ibuku antara th 1992-2002 semasa masih bisa menyentuhku (kika: saat aku tunangan/akad, saat resepsi perkawinanku, senyum segar 2 tahun sebelum wafat, senyum meringankanku saat mengantar aku mau sekolah 1999, biar aku senyum juga)

Semalem aku mimpi ibu lagi ndeprok di tengah pasar, kelihatan kayak penjual kacang, seperti orang susah. Waktu itu aku lagi boncengin Jagat pake sepeda, langsung berhenti kaget... tak tanya "ibu ya"? dia bilang "bukan...bukan...". Aku agak ragu, karena pipinya lebih cekung dan tidak seceria ibuku. Tapi aku bilang "saya boleh meluk, saya kangen ibu saya". Dia diam....aku langsung peluk dan nangis dipundaknya. Aku cium-cium....dia juga nangis dan aku ngrasa tangannya memeluk, merengkuh dan mengusap punggungku......aku lihat dia tersenyum dan mejam dalam. Aku nangis dan kebangun masih nangis....... aku gelisah akhir-akhir ini, mimpi yang enggak-enggak aja..... pingin pulang yang....(emailku ke suamiku, 11 Agt 08)
Kalau sudah berurusan hal-hal sentimentil begini, aku segera gelar sajadah, dan berharap anak-anakku seperti biasanya, setiap malam jumát selalu membaca yasin untuk beliau-beliau orang tua kami yang sudah tiada.

1 komentar:

sonny mengatakan...

orang tua mbak orang minang, bukan? nama yunis bnyk dipk org minang, tp chuzaifah ky jawa :)