Rabu, 23 Juli 2008

Mengayomi Sang Berjasa: Reuni hari 1

Ziarah Makam KH Hamam Ja'far Pengasuh Pondok Pabelan:




Assalamuálakum bapak kami tercinta... Kami kembali (20-22 Juni 08) ingin mengulang menjadi santri. Yang pertama kami tuju adalah ziarah bakti ke makammu dan ibu. Doa kami tidak hanya berhenti disini bapak besarku...


Sowan para pengasuh dan thowaf pesantren: Setelah silaturahmi dengan para pengasuh, kami lanjutkan dengan thowaf pesantren untuk melihat tempat-temap historis kami. Berdesir-desir memori kami menyaksikan masjid tempat kami bersimpuh mengawali gelapnya pagi dan menutup gelapnya senja.

Mendengarkan khutbah kyai dengan adik santri: Kami memang ingin turun mesin, ingin menjadi santri 3 hari (dan moga-moga seterusnya)..khutbah KH Hamam Ja'far masih belum hilang menyatu dengan nafas-nafas kami. Kali ini KH Ahmad Mustafa kembali mengingatkan kesantrian kami bersama putihnya kerudung adik-adik santri putri dan peci-peci santri putra di masjid sejuk kami yang pernah dapat penghargaan Aga-Khan ini.

Nostalgia dengan guru dan sharing profesi alumni: Inilah guru-guru kami: KH Ahmad Mustafa, Ahmad Balya, Pak Mahfud,Barmawi Monthe,Rajasa M,Zuhad Masduki,Najib Amien,Fuad Zein. Kami bernostalgia panjang, dan kami juga bercerita bahwa saat ini kami sedang berusaha "menjadi". Alhamdulillah reuni ini bisa membuat guru mengembang senyum mereka. Sebuah kenangan Qurán dan sajadah, untuk mereka sentuh tiap hari, bahwa kami para murid selalu dekat dihati. (acara dengan guru ini dilakukan hari ke 2).

Menghargai jasa para pengabdi: Ibu-ibu dapur, bapak-bapak tukang... mereka tidak terlihat "besar" dalam berjasa, tapi sebenarnya mereka mengabdi di keseharian kami. Dari membuatkan asrama tidur, menyediakan makan, membersihkan kamar mandi kita....Kami membelikan kenangan sembako untuk mereka-mereka, sekedar ungkapan bahwa kami mengingat dan menghargai mereka.

Sujud untuk sang MAHA Berjasa: Ilahy lastu lilfardausi ahla..wala aqwa alannaril jahimi...disini, kami juga ingin mengasah spiritualitas kami. Lelah diluar sana, ingin kami sejukkan dengan putihnya mukena dan bersahajanya kesantrian kami. Di Pabelan, sang Rabby semakin mendekat dan mendekap..

Tidak ada komentar: