"Usai sholat, segera kubuka. Subhanallah, alhamdulillah allahu akbar, aku tak sanggup membendung air mataku. Sepatu yang cantik dihadapanku. Aku tak tahu harus bilang apa. Seorang Yuniyanti Chuzaifah memang begitu istimewa di mataku, sepak terjangnya membuat diam-diam aku mengaguminya. Terimakasih Yuniku sayang, semoga Allah membalas kebaikanmu (sms seorang sahabat, 28-7-08).
Lalu kubalas sms itu: "jangan gituu..aku cuma pingin nyayang karibku yang meneduhkanku dengan cara-cara bersahaja. Barangnya gak penting, tapi kedekatan kita selalu kejaga itu yang menentramkan".
Lalu pagi ini ada email dari seorang sahabat dekat juga: "wah kok pas to, barusan aku mikirin mbak yuni dan mau email, eeeh tiba2 ada email dr mbak yuni ... piye to iki, insting-e kok nyambung hehhehehe. aku udah minta ijin tukar cuti kok dari supervisor huehehehehe .... sama dia boleh asal kerjaan beres, jadi nanti aku tak ngebut sebelum mbak yuni dateng so senin selasa kita bisa main bareng ... paling senin pagi aku perlu ke kantor sebentar utk cetak poster buat conference, tapi abis gitu kita bisa jalan2".
Ini balasanku: "Selain pete apa lagi say?? bilang aja yang suka-suka.... Btw, suka dodol garut gak? dikau aku simpenin lho..jadi kalau ada tamu aku keluarin dikit-dikir, buat diajengku..secara historis itu juga dikasih sama bapaknya mbak Meira si Oneng Rieke. Aku main kerumah ayahnya. jadi masih ada beberapa untuk diemut-emut sambil kerja di labmu. Wah, servisnya memuaskan, sampai sabun handuk aja gak boleh bawa, laptop juga... sssukkkkkkkkaaaaaaaaaa!! asik banget dikau bisa libur (menyempatkan libur). terharu aku... tapi gak usah dipaksain lho say..dikau tahu aku manja untuk kasih sayang tapi sangat mandiri..he..he...Mandi kali? Ama kebo juga mau..aku suka banget mandi di alam....sedap. Ah, aku juga mau ngebut dan rileks disana!!
Aku merasa selalu dikelilingi malaikat-malaikat dalam bentuk sahabat. Aku pernah sakit dirawat lama sama sahabatku, sampai kalau tidak ditungguin dia aku nggak sreg. sesibuk apapun selalu menyempatkan untuk saling ketemu walaupun terpisah pulau. Tak terhitung berapa kali datang menjadi bagian dari keluargaku. lalu ada sobat yang hanya percaya aku untuk bercerita aneka misteri hidupnya baik berrelasi dengan tokoh papan atas atau papan bawah, tokoh yang tampil dikoran atau tokoh yang jual koran.
Ada sobat yang tak henti-henti menyayang dengan membombardir sms, juga ada yang membombardir dengan paket makanan. Kompor dan oven baru jutaan tak dihitungnya dipindahkan kerumahku, belum lagi liontin emas dari Arab. Oh ya sahabat yang berbeda juga pernah mengoleh-olehi emas dari Mekkah dengan batu ungu cantik. Yang lain, ada sahabat yang menurut orang lain unik dan susah dekat, tapi selalu hanya mempercayakan zakat mal ke kegiatan edukatif ayahku via aku, pernah mukena cantik yang aku tahu disentuh dengan bordir berkelas tiba-tiba melayang dipaket ke Belanda. Juga ada yang jenaka, sahabat yang "pelit"...tapi baik dan mengasikkan. Suatu kali dia dapat kaos Elle pas Koninginen dag yang aku tahu dia suka sekali, aku cobain,ngaca dan bilang aku cantik pakai itu..dengan tatapan berat dilepaskannya juga untukku padahal aku tak meminta terlalu sungguh karena dia sungguh suka. Lucunya dia punya kamar tapi memilih hijrah berdesakan dikamarku. Banyak deretan sobat yang luar biasa baik, ada yang menawarkan berkali-kali mau jemput pakaian kotorku dan menaruh kalau sudah bersih, atau mijitin kalau pas aku lelah, persis jadi kayak ibuku yang ceriwis kalau aku abai kesehatanku. Seorang sobat yang lain, rela jadi wali anakku untuk mengusung Vikra Vinda ke belanda dan dengan entengnya nrasfer-nrasfer uang ribuan euro untuk nampang di accountku biar nggampangkan aku dapat visa. Ada lagi yang belum lama berteman tapi rajin kerumah dan aku menyesal saat menikahnya aku dibuatin seragam khusus kembar sama kakak perempuan satu-satunya, sayang aku harus ke Korea saat itu. Sedih saat karib menikah kita tidak beserta, dan ini terulang ada karib lain yang juga tak aku tunggui saat hari H-nya. Maafkan daku untuk sobatku yang sudah "disana".

Yang juga tak kulupa, sahabatku yang menuntunku dipagi buta ke sebuah temple, menembus salju karena dia tahu aku sedang gundah. Lalu orang yang sama mengayuh speda menembus angin badai untuk mengantar 2 butir jeruk karena tahu aku batuk. Belum lama ini aku juga dapat kado bermerek mahal, tiba-tiba diberikannya padaku padahal aku tahu sobatku ini super hemat. Lalu ada yang selalu mengajak Vikra Vinda ke hotel mewah atau berplesir di pulau entah berantah karena menganggap anakku adalah bagiannya. Juga romantisnya temenku yang datang kerumah, masak oseng-oseng dan jangan lombok kesukaanku, yang tersaji ketika aku belum bangun tidur, dia sibuk memasakkan dengan pembantuku. Karib yang lain, tak bosan memberitahu telp atau email kawan yang tercecer padahal kesibukannya menumpuk. Kemarin juga ada teman error datang menginap di rumah dan dia menenteng peking duck bebek crispy dari Asian palace lalu bilang: "mbak, tak bawain bebek, sampean kan suka to, aku ingat". Padahal sudah sejak 2002 tidak berinteraksi dan sesekali saja ketemu.Juga ada sobat khusus di Univ NK lengkap dengan obrolan bebas merdeka dan mencerdaskan.
Yang juga tak kulupa, sahabatku yang menuntunku dipagi buta ke sebuah temple, menembus salju karena dia tahu aku sedang gundah. Lalu orang yang sama mengayuh speda menembus angin badai untuk mengantar 2 butir jeruk karena tahu aku batuk. Belum lama ini aku juga dapat kado bermerek mahal, tiba-tiba diberikannya padaku padahal aku tahu sobatku ini super hemat. Lalu ada yang selalu mengajak Vikra Vinda ke hotel mewah atau berplesir di pulau entah berantah karena menganggap anakku adalah bagiannya. Juga romantisnya temenku yang datang kerumah, masak oseng-oseng dan jangan lombok kesukaanku, yang tersaji ketika aku belum bangun tidur, dia sibuk memasakkan dengan pembantuku. Karib yang lain, tak bosan memberitahu telp atau email kawan yang tercecer padahal kesibukannya menumpuk. Kemarin juga ada teman error datang menginap di rumah dan dia menenteng peking duck bebek crispy dari Asian palace lalu bilang: "mbak, tak bawain bebek, sampean kan suka to, aku ingat". Padahal sudah sejak 2002 tidak berinteraksi dan sesekali saja ketemu.Juga ada sobat khusus di Univ NK lengkap dengan obrolan bebas merdeka dan mencerdaskan.
Sobat lain yang super sibuk, kalau perlu jam menjadi 37 jam sehari, selalu menyempatkan menemui di airport atau sekedar mojok disuatu tempat untuk curhat. Sobatku yang lain, juga selalu heroik, dia seperti baling-baling yang selalu sibuk dan menokoh, tetapi selalu orang pertama yang menolong dan mndengar kalau aku susah. Pernah aku dibuatkan sandal jepit diukir bareng-bareng oleh sobat-sobat preman yang biasa membunuh,tawuran dan mabok. Disini juga ada sobat yang rela keluarganya menggotong-nggotong TV segeda gajah untuk anak-anakku selama disini. cerita dipedalaman Kalimantan, ada seorang ibu di Dayak, memijitku dan dia terperanjat bahwa aku punya cincin Sulaiman di ibu jari tengahku (garis-garis di ibu jari)...Lalu dia bikin penilaian sendiri yang nggak aku masukin kepala dengan serius.
Sahabat-sahabatku berlipat seribu membaikiku. Aku tak merasa banyak melalukan sesuatu untuk mereka. Rasanya aku cuma merasa, siap jadi tong sampah untuk sahabatku, tempat mereka membuang sampah hati dan pikiran. Aku kadang galak juga sama mereka, tapi berusaha mengatup untuk hal-hal yang perlu ditutup. Aku cuma ingat satu kata: sahabat yang sejati adalah ada disaat nestapa bukan saat suka...Tidak mudah! Aku kadang menyayang dengan cara-cara lucu..Dalam sebulan ini ada beberapa sahabat yang dengan entengnya bilang: "urgent! Kepalaku mau copot ngerjain thesis! Kirim suaramu untuk menghiburku"Orang yang berbeda bernada sama, minta aku nguro-uro nembang Jawa biar nggak pening. Dalam hati aku tertawa, apa mereka pikir aku tukang ngamen atau artis tak berpapan nama? Tapi demi mereka, aku sempatkan ngrekam suaraku..aku upload di blogku dan aku bahagia rasanya!! Ya sudah, aku cuma punya sisa suara untuk menyenangkan mereka....
Sahabat-sahabatku berlipat seribu membaikiku. Aku tak merasa banyak melalukan sesuatu untuk mereka. Rasanya aku cuma merasa, siap jadi tong sampah untuk sahabatku, tempat mereka membuang sampah hati dan pikiran. Aku kadang galak juga sama mereka, tapi berusaha mengatup untuk hal-hal yang perlu ditutup. Aku cuma ingat satu kata: sahabat yang sejati adalah ada disaat nestapa bukan saat suka...Tidak mudah! Aku kadang menyayang dengan cara-cara lucu..Dalam sebulan ini ada beberapa sahabat yang dengan entengnya bilang: "urgent! Kepalaku mau copot ngerjain thesis! Kirim suaramu untuk menghiburku"Orang yang berbeda bernada sama, minta aku nguro-uro nembang Jawa biar nggak pening. Dalam hati aku tertawa, apa mereka pikir aku tukang ngamen atau artis tak berpapan nama? Tapi demi mereka, aku sempatkan ngrekam suaraku..aku upload di blogku dan aku bahagia rasanya!! Ya sudah, aku cuma punya sisa suara untuk menyenangkan mereka....
1 komentar:
Dah liat "sahabat2ku", thx of writing it in such lovely ways..
Posting Komentar