Jumat, 04 April 2008

Ayat-Ayat Cinta

Diposting di Milist Leideners, oleh teman diposting di Science Forum dan milist tenda biru (jurnalist ngrumpi)

Leiden 10 Maret 08

Awalnya aku berfikir agak simplistik gitu ,bahwa film ini sangat moralis dan mem`fiqh`banget, penuh berondongan ayat dan rasanya ditimbun ka´bah. Tapi pas aku cermati ada hal/hal yang menarik.
1. Filmnya agak klise pas si Maria masuk Islam...ngapain coba! kenapa nggak ditampilin bahwa cinta itu bisa lintas agama..wong cinta lebih dulu dari agama kok.
2. Ketika Aisyah mau dipoligami, pandangan kasat mata, akan melihat dia gadis `solehah` yang merelakan dipoligami demi kehidupan Maria. Tapi coba tilik lebih jauh, apakah interest dia sedemikian mulia..aku lihat dia berkepentingan juga untuk menyelamatkan suaminya yang notabene satu/satunya saksi kunci adalah kalau Maria hidup. Adegan dia menangis menyendiri keluar cukup menjawab bahwa `kalau dunia ini peka, airmata adalah pesan Tuhan yang bening tapi bicara ketika aksara dan kata tak terkata` ..sori bahasanya jadi agak puitis dikit boleh ya...
3. Apa yang dianggap islamy melalui taƔruf-perkenalan tanpa pacaran dan langsung nikah, dibalik dengan cara yang bagus, kalau pakai theori Lila Abu Lughod, `accomodating protes`. Dia ikuti logika islamistnya bahwa itu bagus, buka cadar pas tunangan..tapi bencana datang belakangan, bahwa pada dasarnya Aisyah kawin dengan benda dalam kotak rapat yang tidak dia ketahui sama sekali, dan memberlakukan suami seperti benda yang cukup dilena dengan benda.
4. Adegan kematian Maria dengan statemen bahwa mencinta tidak harus memiliki, kalau kita peka, membuyarkan semua adegan/adegan indah tentang ide poligami yang asik. kata penutup yang tak tertawar diujung nafasnya, bahwa manusia boleh mencinta berapa kalipun..tapi menginstitusikan cinta lebih dari sekali adalah penderitaan bagi mereka yang berhati.

Inilah komentarku pas Leiden lagi sendu...

Tidak ada komentar: