Sabtu, 05 April 2008

Pembantu dan Ibu Disalahkan lagi?

Leideners 29 Oct 07

Aku ingin berangkat dari tone yg sumbang dalam diskusi PRT (Pekerja Rumah Tangga) as care giver, lalu ada blamming bahwa ini terjadi karena ibu yang "sibuk/kacau/ dll) dengan statemen seorang kawan:
Ada beberapa hal yang bersliweran dikepala: " Siapa tau ketika ngeliat soal ujian itu, dia inget adiknya di rumah sering digendong sama Iyem.. haha.. (terlepas dari yang buat soal emang bodoh atau dendam, ibunya sibuk kali tuh.. hoho"

Saya agak iritasi mendengarnya dan bersliweran melintas di kepala:

1. Ketika kata pembantu dipakai untuk menyebut Purek (pembantu Rektor) kok keren..lalu pas menyebut pembantu rumah tangga, kenapa gak netral? Ini soal profesi rendah dalam kultur masyarakat feodal atau domestic space as a workingplace emang dianggap rendah (secara inherent). Sehingga biasa kita dengar kalimat pekerjaan PRT low skill/unskilled, dll, atau pekerjaan rumah tangga tidak pernah dianggap sebagai profesi.

2. Soekarno nulis buku Sarinah karena diinspirasi oleh pengasuhnya atau "pembantunya" . Jangan-jangan dia jadi besar karena si Sarinah ini. Problemnya jasa psikologis PRT selalu invisible dan tidak akan ditulis oleh sejarah!! Padahal mungkin dendang lagu ringan sambil nggendong yang membuat mentalnya stabil, atau Soekarno menjadi pemberani karena tepukan bahunya, atau berbicara lantang dan atraktif karena rajin ditanya untuk bercerita waktu kecil tanpa interupsi sok pintar orang tuanya...Sejarah hanya mencatat bahwa Soekarno hebat krn membaca ini, bertemu tokoh ini, sekolah di ini....

3. PRT sering dianggap "ïntimate outsider and stranger insider"...rumit posisi mereka. Kerap jadi kompetitor, dan violence TKW diluar negeri, kerap terjadi karena jealousy female employer dimana dia terancam as a mother dan as a wife. Karena suami mereka juga kerap "tidak jelas", dan selalu yang lemah jadi sasaran! Suami aman tentram!

4. Soal ibu yang kerja jadi biang masalah: Need assesmentku untuk program peace building di area konflik Palmeriam dan Berland sangat jelas, bahwa para ABG yang hobinya berantem, narkoba..adalah anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang ibunya di rumah!! lalu aku iseng-iseng sering nanya anak-anak yang berprestasi dan ceria di sekolah anakku..rupanya banyak yang ibunya bekerja!!

So???

Tidak ada komentar: