Rabu, 09 April 2008

Tahun "Baru". "Baru"Tuhan

Milist Leideners 2 january 2007

Iya..tahun baruan kali ini aku pingin sunyi,
membiarkan jiwa dan nyawaku beristirahat setelah
seharian sebelumnya aku berhurai soray bermusik dan
berdance ria dg artis-artis batak di rumah b'sur. Aku
nggak bisa jawab, kadang kita bisa syahdu dan larut
dengan lagu-lagu gregorian gereja, aku juga gak bisa
jawab ketika menembus salju digelap pagi mengadu
gundah disebuah vihara budha diajak seorang sobat, aku
juga pernah damai bermenung lama di pura kecil di
Klungkung, aku juga dipagut mesra beryoga dg Brama
Kumaris di minggu-minggu jalan Ciniru, dan tersedu
bersujud ditengah malam dibalik mukena atau saat aku
ber-umroh ditelapak kaki ka'bah.
Spiritualitasku aneh tapi indah...mungkin akan dicaci
oleh mereka yang rajin mencengkeram kitab dan merasa
diri paling beragama, atau mereka yang melihat agama
sebagai kamar-kamar besi...
Amina Wadud Muhsin juga pernah sholat dan jadi imam
jama'ah di gereja, Johan Efendi juga pernah ke Maduban
berhaji ala Raj Yoga, Muhammad melarang keras
memerangi dan wajib melindungi non Muslim yang
berlindung didalam masjid,gereja atau rumah ibadah
lain....
Aku ingin menghargai hatiku dan membiarkannya
menghayati bahwa Tuhan ada dimana-mana. ...kyai,
pastur, pendeta, pedinde, dll adalah mereka yang
mengkalimatkan pesan-pesan mulia Tuhan...
Apa bedanya kata "gloria" dengan "adzim" (agung),
"sanctus" dengan "qudus" (suci) yang kita dapati dalam
asma'ul husna (nama-nama suci Tuhan)...Kita sering
dipusingkan oleh ritual bahasa latin, bahasa Arab atau
Phali...padahal ketika kita bicara dengan Tuhan, cukup
dengan hati..tidak perlu bahasa..karena bahasa adalah
produk manusia, yang tidak selalu mewakili apa mau
Tuhan....

Tidak ada komentar: