Leideners: 19 Oct 07
Semalam makan malam sama temen, lalu dia nanya udah pernah dengerrin genjer-genjer? Aku bilang nadanya doang tahu. Jadi barusan aku dengerin syairnya dengan serius di youtube. Lagu ini dipopulerin ama Bing Slamet th 65, dan karena diduga pernah jadi lagu untuk nari-nari Gerwani, langsung lenyap dibekam. Berapa puluh tahun sair sederhana ini wajib ditutup brukut ya..(padahal jangan-jangan lagu itu pas ngehits, dan biasa kalo ngumpul-ngumpul kita nyanyiin kayak lagunya Raja, Ratu atau siapa gitu). mendengar judulnya aja, seakan kita bergidik, ada sadisme, liarisme, tegaisme....padahal syairnya kontras banget. beberapa yang aku dengerin (gak persis), tapi kurang lebih gini: Genjer-genjer, nong kedokan pating keleler (Genjer-genjer/sayuran, di petak pada berjuntai)Make thole teko-teko mbubuti genjer (ibunya anak-anak datang-datang nyabutin genjer)Oleh sak tenong ...mumpung sido doler..(dapat sebakul..trus kalimat berikutnya gak jelas)genjer-genjer saiki wis digowo mulih..(genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang)Genjer2, esok-esok didol neng pasar (Genjergenjer, pagi-pagi dijual dipasar)Dijejer-jejer diuntingi pada didasar (dijajar-jajar, diuntai dan dipasarkan)Make Jembeng podo tuku nggowo welasan (ibunya Jembeng pada beli bawa....genjer-genjer saiki wis arep diolah (genjer-genjer sekarang siap diolah)Genjer-genjer...
Jumat, 04 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar