Rabu, 09 April 2008

Poligami dan Harem

Milist Leideners (5 Mei 07)

Aku males komentar soal poligami lagi, udah sejak th
99 ngikut milist diskusinya sama...

Nonton film Harem juga seru, Ani Hima punya katanya.
Ratusan perempuan disimpan disitu hanya beberapa
gelintir yang disentuh...jadi harem bukan ditampilkan
sultan yang butuh vagina banyak, tapi simbol
kekuasaan, penakhlukan, kontrol, berkehendak mutlak,
ketersediaan tak kenal waktu...gaya begini juga mirip
dengan Caligula, sadisme Romannya kental...tapi expose
sejarah dan turisme di Roma nggak banyak dikoarkan.

Gw kemarin ama keluarga trip ke Harem Istana Topkapi
Turki(ottoman) dan istana AlHamra Granada, juga jengah
dengar bagaimana turisme habis-habisan menjual sejarah
penistaan ini. Banyak kalimat para guide bahwa dulu
para perempuan diharem dicomotin dari kecil, lalu pas
ditaman alhamra dibilang kalau areal ini dulu tempat
mandi penghuni harem dengan musisi bagus-bagus yang
dibutain matanya...wis pokoknya, melihat turisme,
transmisi sejarah, bias sentimen politik dll menarik ditulis....

Posting Leideners 9 Nov 04 : Harem dan AristekturTemuan2nya sih menarik, menghubungkan arsitektur
dengan perempuan. Tapi perspektif penulisnya rada
nggak jelas...Misalnya tidak mempertanyakan isu
"pengobyekan" dalam harem, (yang isinya kayak
peternakan ayam, siap dicomot kapan mau),bahwa didalam
harem perempuan powerless, dia bisa melihat keluar,
tapi tidak punya akses apalagi kontrol untuk keluar.
Mustinya penulis mempertanyakan, bagaimana 1000
perempuan dikastrasi psiko-phisiknya untuk melayani
satu lelaki sang raja. Mengkoleksi ratusan-ribuan
perempuan dalam harem ini menjadi simbol kuasanya
melalui maskulinitasnya.

Arsitekturalnya juga musti dikritisi, bagaimana bentuk
harem dibuat ada lubang tempat raja memilih siapa yang
disuka atau sesekali suku kasim yang sudah dikebiri
menjadi broker penghantar "hidangan perempuan" untuk
sang raja. Bangunan kokoh tinggi tidak dikritisi
sebagai perlindungan atau pengekangan? Segregasi space
ditafsirkan sebagai penghormatan padahal jangan-jangan
bentuk penakhlukan...

Tidak ada komentar: